Kenyataan Daur Ulang Plastik: Mayoritas Plastik Tidak Dapat Didaur Ulang?

03 Apr 2024

-

ekonomisirkular.id

Kenyataan Daur Ulang Plastik: Mayoritas Plastik Tidak Dapat Didaur Ulang?

Laporan terkini menemukan bahwa jenis plastik yang beredar tidak semuanya bisa didaur ulang. Berdasarkan publikasi dari Climate Integrity berjudul “The Fraud of Plastic Recycling”, mayoritas plastik tidak bisa didaur ulang—mereka tidak pernah ada dan tidak akan pernah bisa. 


Plastik adalah bagian dari sektor petrochemical atau produk yang terbentuk dari turunan bahan bakar fosil seperti minyak dan gas bumi. Lebih dari 90% plastik terbuat dari bahan bakar fosil. Mayoritas plastik tersebut tidak bisa didaur ulang. Artinya, plastik ini tidak bisa dikumpulkan, diproses, dan produksi kembali menjadi produk baru. Pada tahun 2021, tingkat daur ulang plastik di Amerika Serikat diperkirakan berkisar di angka 5-6%. Terlepas dari janji jangka panjang perusahaan, daur ulang plastik gagal menjadi kenyataan akibat masalah teknikal dan keterbatasan ekonomi yang sudah lama diketahui.


Beberapa alasan mengapa mayoritas material plastik tidak bisa didaur ulang adalah sebagai berikut:


Tidak ada pangsa pasar.

Beberapa jenis plastik tidak memiliki end market (bisnis yang membeli dan menggunakan material daur ulang untuk membuat produk baru). Pasar yang layak (viable) untuk didaur ulang hanyalah polyethylene terephthalate (PET) dan high density polyethylene (HDPE) dengan angka atau kode #1 dan #2.

 

Variasi yang terlalu banyak.

Ribuan jenis plastik yang berbeda dan variasinya membatasi potensi daur ulang. Saat mendaur ulang plastik sampah, fasilitas daur ulang harus menyortir dan memisahkan ribuan bagian plastik sesuai jenisnya untuk menjaga kemurnian material daur ulang. Kenyataannya, banyak produk plastik sekali pakai bercampur dengan polimer plastik yang berbeda dan material lain seperti kertas, besi, atau perekat. Sehingga, sangat tidak praktis atau bahkan tidak mungkin untuk memisahkan semua komponen ini untuk daur ulang. 


Kualitas yang menurun.

Kualitas plastik berkurang ketika didaur ulang, sehingga membatasi penggunaan plastik daur ulang dan kemampuan daur ulangnya yang berkelanjutan. Seiring dengan menurunnya kualitas bahan kimia, kualitas dan integritasnya akan menurun, sehingga resin daur ulang tidak cocok bagi banyak produsen. Plastik hanya bisa didaur ulang sekali. Oleh karena itu, plastik memiliki jangka hidup linear, bukan sirkular.


Pencemaran racun (toksin).

Toksisitas plastik dan bahan kimia tambahan membatasi kemampuan daur ulang plastik. Beberapa bahan tambahan beracun yang terkandung dalam plastik adalah stabilizator, plasticizer, pelapis, katalis, dan penghambat api. Ketika plastik terdegradasi melalui proses penggunaan dan daur ulang, zat beracun ini dapat merembes.


Biaya produksi untuk daur ulang lebih tinggi.

Biaya produksi plastik daur ulang jauh lebih tinggi dibandingkan produksi plastik murni, sehingga daur ulang plastik tidak layak secara ekonomi. Proses daur ulang membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga, dan peralatan dibandingkan proses pembuatan resin murni dari bahan bakar fosil. Meskipun keterbatasan teknis dan ekonomi dari daur ulang plastik telah diketahui, mengapa industri plastik masih aktif menggaungkan program daur ulang plastik? Temukan penjelasannya pada link berikut: https://climateintegrity.org/plastics-fraud 


Walaupun penerapan daur ulang plastik memiliki rintangan dan mayoritas sampah plastik tidak bisa didaur ulang, kita masih bisa mengusahakan sesuatu untuk sementara, yaitu penggunaan ulang plastik yang masih layak digunakan. Penggunaan ulang berbagai bentuk plastik menjadi salah satu kegiatan ekonomi sirkular, kegiatan yang memanfaatkan kembali suatu produk yang memiliki nilai dan fungsi terhadap kehidupan sehari-hari kita. Baca lebih banyak tentang ekonomi sirkular dan isu-isu terbaru hanya di Berita dan Ide EkonomiSirkular.id.


Penulis : Titania Azzahra Putri


Sumber:

Allen, D., Spoelman, N., Linsley, C., & Johl, A. (2024). The fraud of plastic recycling: How big oil and the plastics industry deceived the public for decades and caused the plastic waste crisis. Center for Climate Integrity. https://climateintegrity.org/uploads/media/Fraud-of-Plastic-Recycling-2024.pdf 


Another news

Krisis Lingkungan di Balik Banjir Bandang Sumatera Barat

related news

Menguatkan Industri Kendaraan Listrik Indonesia melalui Ekonomi Sirkular

related news

Pak Sariban Sang Penggalak Kebersihan Kota Bandung

related news

Panggung Sampah Indonesia: Ketidakmampuan Pemerintah vs Sinergi Masyarakat dalam Melawan Tumpukan Sampah

related news

Ubah Mindset Menjadi Pengolah Sampah Versi Ekonomi Sirkular

related news

Ekonomi Sirkular Dalam Membangun Industri Fashion yang Berkelanjutan

related news

Research

Penerapan Ekonomi Sirkular Dapat Membantu Usaha Bertahan Lebih Lama

related research

Manfaat pengelolaan sampah berbasis Ekonomi Sirkular: Studi kasus di Desa Sukunan, Yogyakarta

related research

Ideas

Membangun Masyarakat Sadar Sampah: Menantang Krisis Sampah di Indonesia dari Akar Permasalahannya

related ideas

Greedy Economy vs Circular Economy: Benarkah Keuntungan Merupakan Satu-satunya Indikator Kesuksesan dari Suatu Bisnis?

related ideas

Desain Produk Menjadi Kunci Ekonomi Sirkular

related ideas

Mengenal Konsep Ekonomi Sirkular

related ideas

Buah-buahan terbuang? Apa yang harus kita lakukan?

related ideas

CONTACT

+6281224212953

rizkalaliamdyharits@gmail.com

logo green

© 2022 ekonomisirkular.id