Dalam beberapa tahun terakhir, konsep ekonomi sirkular semakin menjadi perhatian utama dalam pembangunan berkelanjutan, terutama ketika dikaitkan dengan transformasi digital pasca Revolusi Industri 4.0. Penerapan teknologi bukan lagi sekadar untuk meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga untuk membentuk sistem ekonomi yang lebih regeneratif, inklusif, dan minim limbah.
Konsep ini sangat relevan untuk diterapkan pada pelaku UMKM, terutama yang bergerak di sektor makanan di kawasan strategis seperti Desa Ngargogondo, Borobudur. Wilayah ini tidak hanya memiliki kekayaan budaya dan daya tarik wisata, tetapi juga potensi ekonomi lokal yang besar melalui produk kuliner khas. Sayangnya, potensi ini belum dioptimalkan karena keterbatasan dalam hal inovasi produk, pengemasan, dan pemasaran berbasis digital.
Melihat tantangan tersebut, tim pengabdian dari Universitas Tidar melalui program Penguatan Pemasaran dan Inovasi Produk UMKM Makanan berupaya menjembatani kesenjangan ini dengan pendekatan berbasis pengembangan kapasitas SDM dan adaptasi terhadap tren pasar. Pelaku UMKM di Dusun Wagean, sebagai mitra kegiatan, dilibatkan dalam serangkaian pelatihan intensif dan pendampingan langsung untuk mengasah keterampilan produksi, memperkuat narasi produk lokal, serta mengenalkan strategi pemasaran digital yang adaptif.
Transformasi digital menjadi kunci penting dalam mendukung ekonomi sirkular di sektor UMKM. Penggunaan platform digital seperti marketplace, media sosial, serta pengemasan ramah lingkungan bukan hanya mempermudah distribusi dan promosi produk, tetapi juga menciptakan kesadaran baru di kalangan pelaku usaha akan pentingnya keberlanjutan. Misalnya, pelaku usaha mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menggantinya dengan bahan yang lebih mudah terurai. Beberapa di antaranya juga mulai menjajaki konsep reuse packaging untuk pembelian lokal.
Selain itu, pendekatan berbasis digital memungkinkan pelaku UMKM untuk menjangkau konsumen baru di luar wilayah Borobudur, termasuk wisatawan yang telah berkunjung dan ingin memesan ulang produk oleh-oleh secara daring. Di sinilah sinergi antara inovasi produk dan teknologi menjadi peluang strategis dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi sirkular ke dalam bisnis kecil.
Namun, transformasi ini tidak terjadi secara instan. Diperlukan dukungan dalam bentuk literasi digital, pendampingan berkelanjutan, dan kolaborasi lintas sektor. Investasi dalam penguatan kapasitas SDM UMKM menjadi fondasi untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan. Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi katalis, tidak hanya sebagai pusat ilmu, tetapi juga sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput.
Ke depan, pemberdayaan UMKM desa wisata melalui pendekatan ekonomi sirkular dan transformasi digital perlu menjadi agenda kolektif. Dengan potensi lokal yang dimiliki dan semangat inovasi yang mulai tumbuh, pelaku UMKM seperti yang ada di Dusun Wagean dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.
Penulis:
Dian Marlina Verawati dkk.
Referensi:
Achsa, A., Verawati, D. M., & Novitaningtyas, I. (2022). Pendampingan Standardisasi Produk Sebagai Alternatif Peningkatan Pemasaran Pada UMKM di Desa Ngargogondo, Borobudur. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(4), 1069–1076. https://doi.org/10.30653/002.202274.206
Ahmad Kholik, & Dewi Rahmi. (2023). Strategi Pengembangan UMKM Makanan dan Minuman di Kelurahan Tamansari Kota Bandung. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 3(2), 133–142. https://doi.org/10.29313/jrieb.v3i2.2796
Novitaningtyas, I., Verawati, D. M., & Achsa, A. (2021). Examining a model of tourist loyalty in homestay tourism village balkondes Borobudur area in the new normal period. Jurnal Manajemen Dan Pemasaran Jasa, 14(2), 179–196. https://doi.org/10.25105/jmpj.v14i2.9083
Verawati, D. M., Achsa, A., & Novitaningtyas, I. (2023). Innovation-based Human Resources Performance Improvement Strategy to Support Tourism Recovery at Tourism Village. Jurnal Nusantara Aplikasi Manajemen Bisnis, 8(2), 228–236. https://doi.org/10.29407/nusamba.v8i2.18901
Verawati, D. M., Destiningsih, R., & Novitaningtyas, I. (2021). Pendampingan Perizinan PIRT dan Sertifikasi Halal Produk Makanan Ringan Pada Pelaku UMKM di Desa Balesari, Windusari, Magelang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(4), 1166–1175. https://doi.org/10.30653/002.202164.888
Wurlina, et al. (2022). Meningkatkan Daya Saing Di Era New Normal: Sustainability of MSMEs Processed Marine Products in Bulak Coastal Surabaya. Buletin Pengabdian.



